Sunday, 2 April 2017

Perencanaan, Instruksi, dan Teknologi

PERENCANAAN

Perencanaan Instruksional
Pengembangan atau penyusunan strategi sistematik dan tertata untuk merencanakan pembelajaran
Kerangka Waktu
a.       Apa yang Perlu Dilakukan
1. Menentukan tujuan instruksional (apa yang harus saya capai?)
2. Merencanakan kegiatan (apa yang harus saya lakukan untuk mencapai tujuan?)
3. Menentukan prioritas (tugas mana yang lebih penting?)
b.      Waktu melakukannya
4. Membuat estimasi waktu (berapa lama waktu yang dibutuhkan setiap kegiatan?)
5. Membuat jadwal (kapan kegiatan akan dilakukan?)
6. Fleksibel (bagaimana saya akan menangani situasi yang tak terduga?)

A. Perencanaan dan Instruksi Pelajaran Teacher-centered
Ada tiga alat umum di sekolah yang berguna dalam perencanaan teacher-centered,yakni sasaran behavioval, menganalisis tugas, dan taksonomi instruksional.
·         Sasaran behavioral merupakan pernyataan yang menyatakan perubahan dalam perilaku murid untuk mencapai tujuan kinerja yang diharapkan.
·         Analisis tugas adalah memecah tugas yang kompleks yang dipelajari murid menjadi komponen-komponen.
·         Taksonomi instruksional mengklasifikasikan sasaran pendidikan menjadi tiga domain: kognitif, afektif dan psikomotor.

Instruksi Langsung
Menurut Joyce  & Weil, 1996 dalam Santrock (2007) instruksi langsung (direct intruction)  adalah pendekatan teacher-centerd yang terstruktur yang dicirikan oleh arahan dan kontrol guru, ekspektasi guru yang tinggi atas kemajuan murid, maksimalisasi waktu yang dihabiskan murid untuk tugas-tugas akademik, dan usaha oleh guru untuk meminimalkan pengaruh negatif terhadap murid. Fokus instruksi langsung adalah aktifitas akademik, materi non akademik (seperti mainan, game, dan teka teki) cenderung tidak dipakai, interaksi murid guru (seperti percakapan atau perhatian tentang diri atau pribadi) juga tidak begitu ditekankan. Jadi, instruksi langsung dapat dikatakan menekankan adanya aktifitas dari kegiatan akademik yang terus menerus, tanpa memperhatikan pengaruh non akademik.

Strategi Instruksional Teacher-Centered
Menurut Santrock (2007) banyak startegi teacher-centered merepleksikan instruksi langsung dari guru, yaitu:
1.Mengorintasikan
Sebelum memulai pelajaran, susunlah kerangka dan orientasikan murid ke dalam materi baru tersbut. Ada yang yang harus ditempuh dalam strartegi orientasi.
a.       Review aktivitas sehari seblumnya.
b.      Diskusikan sasaran pelajaran.
c.       Beri instruksi yang jelas dan eksplisit tentang tugas yang harus dikerjakan.
d.      Beri ulasan atas pelajaran untuk hari ini.

2. Advance organizer
adalah aktifitas dan teknik pengajaran dengan membuat kerangka pelajaran dan mengorientasikan murid pada materi sebelum materi itu diajarakan (Ausabel 1960, dalam Santrock, 2007)). Advance organizer terdiri dari dua bentuk, yaitu:
a.       Exspository, adalah memberi murid pengetahuan baru yang akan meng-orientasikan mereka kepelajaran yang akan datang.
b.      Comporative, adalah memperkenalkan materi baru dengan mengaitkannya dengan apa yang sudah diketahui murid.

3.      Pengajaran, penjelasan, dan demostrasi
Pengajaran dengan paparan/ ceramah (lecturing), penjelasn dan demonstrasi adalah aktifitas yang biasa dilakukan guru dalam pendekatan instruksi langsung. Demontrasi sangat efektif untuk mengajarkan konsep dalam sains.

4.   Pertanyaan dan diskusi.
Dalam strategi ini berfungsi untuk merespon setiap kebutuhan pembelajaran murid sembari menjaga minat dan perhatian kelompok. Penting juga untuk mendis-tribusikan partisipasi luas sembari mempertahankan semangat belajar. Tantangan lainnya adalah mengajak murid memberikan konstribusi sambil mempertahankan fokus pada pelajaran.

5.      Mastery learning (pembelajaran penguasaan materi)
Mastery learning adalah pembelajaran satu konsep atau topik secara menyeluruh sebelum pindah ke topik yang lebih sulit. Menurut Bloom dan Carrol dalam Santrock (2007) pendeketan pembelajran penguasaan materi yng baik harus mengikuti prosedur sebagai berikut:
a.       Menyebutkan tugas atau pelajaran.
b.      Bagilah pelajaran menjadi unit-unit pembelajaran yang berhubungan dengan sasaran instruksional.
c.       Rancanglah prosedur intsruksional dengan memasukkan umpan balik korektif ke murid jika meraka gagal menguasai materi pada level yang dapat diterima, misalnya 90 persen benar. Umpan balik korektif bisa diberikan melalui materi pelangkap, tutoring, atau instruksi kelompok kecil.
d.      Beri tes pada akhir unit pelajaran, dan akhir pelajaran untuk mengevaluasi apakah murid sudah menguasai materi pada level yang dapat diterima.

6.      Seatwork (tugas di bangku kelas)
Seatwork adalah menyuruh semua murid atau sebagian besar murid untuk belajar sendiri-sendiri di bangku mereka.

7.      Pekerjaan rumah
Keputusan instruksional penting lainnya adalah seberpa banyak dan apa jenis pekerjaan rumah yang harus diberikan pada murid.


B. Perencanaan dan Instruksi Pelajaran Learner-centered
Instruksi dan perencanaan learner-centered adalah para siswa, bukan guru. Prinsip ini menekankan pembelajaran dari pelajar yang aktif dan reflektif. Prinsip ini juga mendorong guru untuk membantu murid secara aktif mengkonstruksi pemahaman mereka, menentukan tujuan dan rencana, berpikir mendalam dan kreatif, memantau pembelajaran murid dan membantu murid mengembangkan rasa pecaya diri yang positif.
Pendekatan learner-centered dikritik terlalu banyak memperhatikan proses pembelajaran tetapi tidak cukup memperhatikan kandungan akademiknya. Beberapa kritik menyatakan, instruksi learner-centered akan lebih baik untuk beberapa pelajaran dibandingkan pelajaran lainnya. Pada ilmu sosial dan kemanusiaan pendekatan learner-centered bisa diterapkan, namun pada matematika dan sains, pendekatan teacher-centered lah yang lebih efektif.
1.      Faktor Kognitif dan Meta Kognitif
Faktor kognitif dan metakognitif ini terdiri atas enam prinsip, yaitu:
a.       Sifat proses pembelajaran.
b.      Tujuan proses pembelajaran.
c.       Konstruksi pengetahuan.
d.      Pemikiran strategis.
e.       Memikirkan tentang pemikiran (metakognisi).
f.       Konteks pembelajaran.
2.      Faktor motivasi dan emosional
Motivasi dan emosional adalah faktor penting dari pembelajaran. Ada dua prinsip dalam faktor  motivasi dan emosional, yaitu:
a.       Pengaruh motivasi dan emosi terhad pembelajaran.
b.      Motivasi intrinsik untuk belajar.
c.       Efek motivasi terhadap usaha.
3.      Faktor sosial dan developmental
Faktor sosial dan developmen yang mendasari  dua prinsip leaner-centered, yaitu:
a.       Pengaruh perkembangan pada pembelajaran.
b.      Pengaruh sosial terhadap pembelajaran.
4.      Faktor perbedaan individual
Ada tiga prinsip leaner-centered dalam pendekatan faktor perbedaan individu, yaitu:
a.       Perbedaan individual dalam pembelajaran.
b.      Pembelajaran dan diversitas.
c.       Standar dan penilaian.

C. Teknologi dan Pendidikan
·         INTERNET
Internet adalah inti dari komunikasi melalui komputer. Sistem internet berisi ribuan jarinagan komputer yang terhubung di seluruh dunia, menyediakan informasi yang tak terhingga yang dapat diakses oleh peserta didik. Dalam banyak kasus, internet mengandung informasi yang lebih baru dari buku teks.
Menurut Santrock (2007) ada beberapa cara yang efektif unutk menggunakan internet di kelas, yaitu:
b.      Untuk membantu menavigasi dan mengintegrasikan pengetahuan.
c.       Mendorong belajar bersama.
d.      Menggunakan e-mail.
e.       Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman guru

·         Teknologi dan Diversitas Sosiokultural
Teknologi membawa beberapa isu sosial. Misalnya, akankah penggunaan teknologi di sekolah, terutama komputer, akan memperlebar jurang perbedaan antara murida kaya dan miskin, atau antara pria dan wanita (Spring, 2000 dalam Santrock, 2007). Problem akses komputer dan pemanfaatannya juga diperparah karena makin banyaknya komputer di rumah keluarga kelasa menengah ke atas.
Berikut ini beberapa rekomendasi untuk mencegah atau mengurangi kesenjangan dalam akses dan penggunaan komputer (Gipson, 1997; Sheffield, 1997; dalam Santrock, 2007)
1.      Saring materi teknologi untuk menghilangkan bias gender, kultural, dan etnis.
2.      Gunakan teknologi sebagi alat untuk menyediakan kesempatan pembelajaran yang aktif dan konstruktif untuk semua murid dari semua latar belakang gender, etnis, dan kultural.
3.      Beri murid informasi tentang pakar dari latar belakang gender dan etnis yang berbeda yang menggunakan teknologi secara efektif di dalam kehidupan dan karir mereka
4.      Bicaralah dengan orang tua tentang pemberian aktivitas belajar berbasis komputer di rumah. Cari cara bagaimana agen pemerintah dan komunitas dapat membantu pendanaan untuk membeli komputer untuk murid dari kelurga miskin. Ajak orang tua untuk memberi umpan balik positif kepada anak gadis mereka agar menggunakan komputer.

Referensi

Santrock, John W. (2004). Psikologi Pendidikan, Edisi Kedua. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.

Pendekatan Behavioral dan Kognitif Sosial

Pengertian Psikologi Pendidikan
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari prilaku dan proses mental seseorang.
Pendidikan adalah proses dimana terjadi belajar dan mengajar, maka psikologi pendidikan adalah
-          ilmu yang menerapakan tentang proses prilaku  belajar dan mengajar.
-          Cabang ilmu psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan.

Pandangan tentang Pendekatan untuk Pembelajaran
Pembelajaran (learning) adalah pengaruh permanen atas perilaku, pengetahuan, dan keterampilan berfikir yang diperoleh melalui pengalaman.
Behaviorisme adalah pandangan bahwa perilaku harus dijelaskan melalui pengalaman yang dapat diobservasi.
Proses mental adalah pikiran, perasaan, dan motif yang tak dapat diobservasi oleh orang lain.

Pendekatan Dalam Belajar
1.      Behavioral
Behavioral adalah penekanan pada pengalaman , terutama penguatan dan hukuman, sebagai pembelajaran dan perilaku.
2.      Kognitif Sosial
Kognitif Sosial adalah penekanan pada interaksi faktor perilaku, lingkungan, dan orang (kognitif) sebagai determinan pembelajaran.
3.      Pemrosesan Informasi
Pemrosesan Informasi adalah penekanan pada bagaimana anak memproses informasi melalui perhatian (atensi), memori, pemikiran dan proses kognitif lainnya.
4.      Konstruktif Kognitif
Konstruktif Kognitif adalah penekanan pada konstruksi kognitif dari pengetahuan dan pemahaman.
5.      Konstruktif Sosial
Konstruktif Sosial adalah penekanan pada kolaborasi dengan orang lain untuk menghasilkan pengetahuan dan pemahaman.

Pendekatan Behavioral Untuk Pembelajaran
1. Pengkondisian Klasik
Pengkondisian Klasik adalah tipe pembelajaran di mana suatu organisme belajar untuk mengaitkan atau mengasosiakan stimuli.

Untuk memahami teori pengkondisian klasik pavlov :
·         Unconditioned stimulus (US) adalah sebuah stimulus yang secara otomatis menghasilkan respons tanpa ada pembelajaran terlebih dahulu.
·         Unconditioned response (UR) adalah respons yang tidak dipelajari yang secara otomatis dihasilkan oleh US.
·         Conditioned stimulus (CS) adalah stimulus yang sebelumnya netral yang akhirnya menghasilakan conditiomed response setelah diasosiasikan dengan US.
·         Conditioned response (CR) adalah respons yang dipelajari, yakni respons terhadap stimulus yang terkondisikan yang muncul setelah terjadi pasangan US-CS.
Gambar dibawah ini menjelaskan cara kerja pengkondisian klasik:











2. Pengkondisian Operan
Pengkondisian operan adalah sebentuk pembelajaran dimana konsekuensi-konsekuensi dari perilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan diulangi.
Hukum Efek Thorndike
Prinsip bahwa perilaku yang diikuti dengan hasil positif akan diperkuat dan bahwa perilaku yang diikuti hasil negative akan diperlemah.
Pengkondisian Operan Skinner
Dimana konsekuensi perilaku akan menyebabkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan terjadi(1938). 
-          Penguatan dan hukuman
Penguatan (imbalan/reinforcement) adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa sesuatu perilaku akan terjadi .
Hukuman (punishment) adalah konsekuensi yang menurunkan probabilitas terjadinya suatu perilaku.

Penguatan Positive adalah frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan stimulus yang mendukung (reward).
Penguatan Negative adalah frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan penghilangan stimulus yang merugikan (tidak menyenangkan).

Salah satu cara untuk mengingat perbedaan antara penguatan positif dan negatif adalah dalam penguatan positif ada sesuatu yang ditambahkan atau diperoleh. dalam penguatan negatif ada sesuatu yang dikurangi atau dihilangkan.

       Referensi

Santrock, John W. (2004). Psikologi Pendidikan, Edisi Kedua. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.

Sunday, 5 March 2017

TUGAS PSIKOLOGI PENDIDIKAN

ps: maaf yang sebelumnya terhapus jadi saya reupload.

Fazila Humayra (16-162)
Myra Yuliza Rahma (16-163)
Megawati Ginting (16-179)
Muthahharah (16-199)
Shania Ulimaz Yasmin (16-203)
Deau Fitri Aini (16-206)
Amanda Aprilitta (16-207)
Amelia Reisha (16-218)
Bagaimana pandangan dan penilaian kelompok anda sehubungan dengan kewajiban setiap mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Psikologi Pendidikan 2 sks harus memiliki email  dan blog ditinjau dari penilian Psikologi Pendidikan dan fenomena pendidikan di Indonesia, Medan khususnya?

Menurut kelompok kami, mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Psikologi Pendidikan 2 sks harus memiliki email dan blog agar:
Dapat menambah ilmu dan pengalaman di dunia blog
Kita dapat mengetahui cara membuat blog, cara penggunaannya dan berbagi informasi kepada orang lain di seluruh Indonesia. Kita juga dapat menambah ilmu melalui kuliah online yang di berikan oleh pemateri dari seluruh penjuru dunia, berbagi pengalaman dengan sesama mahasiswa dari berbagai lembaga pendidikan di Indonesia dengan hanya cara mengakasesnya via internet.
Memudahkan mahasiswa dalam proses belajar mengajar dan pembelajaran
Email dapat mempermudah dalam mengumpulkan tugas. Adanya email  dapat memudahkan mahasiswa mengumpulkan tugas ke dosen tanpa bertatap muka secara langsung.
Membantu pemecahan masalah
Blog dapat membuat mahasiswa mengembangkan kemampuannya dalam menemukan dan mengelola informasi dan pengetahuan untuk memecahkan masalah masalah pada dunia nyata. Terutama tentang pendidikan di daerah sekitar kita.

Saturday, 4 March 2017

Sunday, 4 December 2016

Cara Membuat Daftar Isi di Ms. Word 2007

Assalamu’alaikum wr.wb.
Kali ini saya akan membahas tentang cara membuat daftar isi di Ms. Word 2007. Untuk lebih jelasnya silahkan baca tahapan berikut :
Tahap 1 : Buka artikel / tulisan yang sudah Anda ketik, dan tentunya di MS. Word 2007
Tahap 2 : Blok tulisan yang ingin Anda tampilkan dalam daftar isi, misalnya yang pertama kali Anda blok tulisan “BAB I. PENDAHULUAN”

Tahap 3 : Klik di menu Home, pada Sub Menu Styles klik di tulisan Heading 1

Tahap 4 : Blok Sub Item dari Bab I tersebut misalnya “1.1. latar Belakang”

Tahap 5 : Ulangi tahap 3 diatas, namun untuk Sub Item tersebut silahkan pilih Heading 2. Begitu seterusnya untuk Sub Item lainnya.
Tahap 6 : Ulangi semua tahap 2 sampai tahap 5 untuk Bab berikutnya.
Tahap 7 : Silahkan buka halaman baru di file baru MS. Word atau buat halaman baru di  akhir tulisan (pilih yang Anda mau)
Tahap 8 : Masih pada Menu Reference dan Sub Menu Table of Contents silahkan klik tulisan “Table of Contents” selanjutnya pilih pada “Automatic Table 1”

Tahap 9 : Silahkan lihat hasilnya seperti berikut :

Sekarang Daftar Isi tulisan Anda sudah selesai. Selamat mencoba, semoga membantu.
Sekian tutorial dari saya.
Jika kalian mau tau tentang Pengenalan Microsoft Word bisa mengunjungi blog teman saya klik:Irwanto Wijaya,
Dan kalau teman-teman ingin tahu rumus statistika pada excel bisa mampir ke blog teman saya: Shawaliah C.S. 
Dan cara membuat chart pada ms. Excel di blog teman saya Fazila Humayra yaa. Terimakasih.:)

Soren Kierkegaard dan Eksistensialisme

Assalamu’alaikum wr. wb.
Kali ini saya akan sedikit membahas tentang salah satu materi dari mata kuliah Filsafat yaitu Eksistensialisme. Materi ini saya ambil referensinya dari video tentang pemikiran tokoh Soren Kierkegaard (https://www.youtube.com/watch?v=D9JCwkx558o) yang sudah diterjemahkan.

Soren Kierkegaard (1813-1855) adalah seorang filsuf Denmark pada abad kesembilan belas yang brilian, memiliki sikap yang murung, gelisah, dan riang. Dan sudah mengarang 22 buku, yang 3 masih belum diberi nama. Ia dilahirkan dalam keluarga yang sangat kaya di Kopenhagen tahun 1813, bungsu dari 7 bersaudara. Sejak usia dini, lematian terus-menerus berada disekitarnya, dan menjadi terobesi dengan hal tersebut sepanjang karirnya. Hal ini, dalam arti, hanya sebuah tema. Ia tidak hanya lemah secara fisik, ketika ia berumur 22 tahun semua saudaranya mati kecuali dia dan salah satu saudaranya. Itu membuatnya marah dan memproduksi buku selama 15 tahun. Pada hari yang sama ditahun 1843, ia menerbitkan tidak kurang dari 3 karya. Ia tidak menulis untuk mendapatkan uang, ia bekerja untuk menyelamatkan dirinya sendiri dan juga untuk kemanusiaan. Pada usia 42 tahun, ia meninggal karena penyakit tulang belakang yang mengerikan. Dalam “Either/Or” dan “Fear and Trembling”, yang Kierkegaard ingin lakukan adalah bangun dam meninggalkan ilusi sentimental kita. Secara sistematis dia menyerang pilar kehidupan kita: iman dalam keluarga, kepercayaan diri pada saat bekerja, keterikatan kita untuk mencintai, dan pemikiran umum kita bahwa hidup memiliki tujuan dan makna. Musuhnya yang sombong disemua penampilannya, terutama petinggi Denmark dan anggota pendiri gereja di Denmark. Kierkegaard mengatakan, “ saat aku tumbuh, aku membuka mata dan melihat dunia yang sebenarnya, dan aku mulai tertawa, dan belum berhenti sejak itu. Aku melihat makna hidup adalah untuk mendapatkan penghidupan bahwa tujuan hidup adalah untuk menjadi hakim dari pengadilan tinggi, dan kebahagiaan dari cinta yang cerah adalah menikahi wanita kaya, bahwa kebijaksanaan adalah apa yang paling mayoritas dikatakan, gairah saat berpidato, bahwa keberanian anda berresiko denda 10 dollar, bahwa mengatakan “sama-sama” setelah makan adalah keramahan, dan bahwa menunjukkan takut kepada Tuhan adalah  pergi ke komunitas sekali setahun. Itulah yang saya lihat dan saya tertawa.”


Pada abad ke-19, Kierkegaard dengan tajam gairah, mengerti apa itu cinta dan ideologi baru pernikahan bergairah, yang berusaha untuk menyatukan dan keinginan dengan kehati-hatian dan menyarankan salah satu yang bisa menikmati hubungan asmara dan juga stabilitas hubungan jangka panjang. Tapi Kierkegaard mencemooh salah satu gagasan yang mungkin dapat bergabung dengan perkawinan cinta romantis, satu gagasan yang mungkin memiliki gairah dsn seks, dam pada saat yang sama, anak-anak, stabilitas, dan rutinitas. Dia menghormati semuanya, tetapi hanya tidak dapat percaya bisa memiliki keduanya pada saat yang sama dalam pernikahan nyaman yang dihormati oleh negara dan tetangga. Keyakinannya muncul dari kehidupan cinta bergejolak sendiri. Dia jatuh cinta dengan seorang gadis berusia 18 tahun yang cantik, dewasa sebelum waktunya dan berbakat yang disebut Regine Olsen, hanya saat bertunangan mereka menyadari bahwa mereka akan mencoba untuk tinggal bersamanya selamanya, yang berarti bahwa membunuh cinta yang menarik dia pada wanitanya. Dimanapun dia berbalik, Kierkegaard ketidakcocokan tak tertahankan, dan pilihan yang mustahil. Itu membuatnya ke suatu kenangan kemarahan yang meledak di “Either/Or”. “jika kau menikah, maka kau akan menyesal. Jika kamu tidak menikah, kau juga akan menyesal. Menikah atau tidak, kamu akan menyesal. Jika anda menertawakan kebodohan dunia, anda akan menyesal. Jika mencucurkan itu, anda akan menyesal. Jika anda membunuh, anda akanmenyesal. Jika anda melakukan bunuh diri, anda juga akan menyesal. Lagi pula, jika anda membunuh atau tidak, anda akan menyesal juga. Ini adalah inti dari semua filsafat.” Kiasan tertawa bukan kebetulan; satu-satunya kunci untuk filosofi Kierkegaard adalah berguna dan cerdas untuk ketakutan hidup untuk tertawa menantangnya. Seorang filsuf jarang menganggap humor begitu serius.


Kierkegaard sering disebut sebagai pendiri gerakan filsafat yang dikenal sebagai “eksistensialisme” karena didalamnya kita menemukan semua topik yang menarik setelah pemikir lain seperti Sartre, Camus dan Heidegger. Buku yang terpesona dengan eksistensialisme adalah “The Concept of Axiety”, diterbitkan pada tahun 1844, dimana ia menekankan kata baru, ”angest” atau “tekanan” seperti yang kita tahu di bahasa Inggris, kondisi dimana kita memahami semua pilihan yang kita miliki dan betapa kurangnya pemahaman kita tentang bagaimana untuk memilih dengan bijak. Seperti yang ditulis Kierkegaard, “Hidup hanya dapat dimengerti mundur tetapi harus dijalani kedepan.” Kecemasan terus-menerus berarti bahwa ketidakbahagiaan lebih atau kurang ditulis dalam naskah kehidupan saat ia menulis, “siapa saja yang telah memberinya soal pemikiran yang serius, anda tahu bahwa aku benar ketika aku mengatakan hal ini tidak mungkin bagi siapa saja untuk menjadi benar, dan dalam setiap cara yang mungkin, benar-benar puas bahkan untuk setengah jam dari hidupnya sengsara. Tidak ada cara yang datang ke dunia jika berduka cita. Tidak ada yang meminta kita ketika kita datang ke dunia. Tidak ada yang meminta kita ketika kita ingin pergi. Bagaimana kosong dan hidup tidak berarti, mengubur seseorang, kita menutupi tiga sekop bumi, mendapat didalam mobil, kami kembali didalam mobil, dan menghibur diri kita bahwa kita masih memiliki cukup kehidupan untuk hidup. Namun pada kenyataannya, 3 dari 10: mengapa kita tidak hanya menyingkirkan kami dari masalah ini?” Untuk Kierkegaard,namun hanya ada satu jawaban yang menekankan karyanya, terutama yang terakhir Jesus Christ. Kierkegaard membenci Kristen dari gereja yang didirikan Denmark. Tapi mencintai kebenaran sederhana Injil bahwa ayahnya mengajarinya sebagai seorang anak. Baginya Kristen adalah agama penolakan ekstrim dari teologi kesederhanaan perdesaan, salah satu harus bersiap untuk mati untuk Kristus, meninggalkan semua lampiran tentang duniawi, dan mencintai semua orang seperti mencintai saudaranya. Kierkegaard tidak tertarik membenarkan keterikatannya pada rasional Kristen, sebaliknya, ia direkomendasikan “lompatan iman” yang dramatis dan sekarang terkenal, dimana salah satu tidak akan menggunakan pikiran yang kecil dalam mencoba untuk membuktikan keberadaan Tuhan, hanya perlu mematikan satu fakultas logis yang rusak, dan melompat kegagasan tentang Allah sebagai solusi total. Ia mengatakan, ”untuk memiliki iman adalah menghilangan pikiran anda dan memenangkan Tuhan”. Sebagai kmunisme Marxis, solusi Kierkegaard untuk masalah menjadi manusia itu jauh kurang meyakinkan dan menarik daripada diagnosis penyakit kita; beberapa dari kita mengambil lompatan, tapi Kierkegaard layak mendapat perhatian kita dengan indah pahit, pengamatan masam yang terdapat di kondisi manusia. Dia adalah salah satu dari beberapa filsuf yang bisa berpaling ketika dunia telah sangat kecewa, dan membutuhkan teman yang bisa mengerti ketika kita berada ditempat dikegelapan ilusi sentimental karena kita biasanya terus berjalan.